//
you're reading...
Sejarah

Mata Rantai Sejarah Minangkabau dan Negeri Sembilan Malaysia

Negeri Sembilan atau dikenal sebagai Negeri Sembilan Darul Khusus merupakan salah satu negeri yang membentuk Persekutuan Tanah Melayu (Malaysia). Negara bagian yang terletak di Semenanjung Malaysia ini berbatasan dengan Selangor di Utara, Pahang di Timur, Johor di Tenggara, Malaka di Selatan, dan Selat Malaka di Barat.

Orang-orang Indonesia (Minangkabau Sumatra Barat), sudah bermukim di Negeri ini sejak abad ke-15, di bawah naungan Kesultanan Malaka, dan kemudian di bawah Johor. Besarnya peran dan kekuasaan orang-orang Minang disana, pada periode 1760-1770 dan seiring dengan melemahnya Johor di abad ke-18, serangan-serangan pasukan Bugis memaksa pemukim Minangkabau meminta perlindungan raja dari tanah asal mereka,  melalui sebuah dewan pemimpin yang dikenal sebagai datuk-datuk penghulu luhak berangkat ke Kerajaan Pagaruyung untuk mencari seorang pemimpin. Setibanya disana Raja Pagaruyung saat itu, Sultan Abdul Jalil memberi mereka pemimpin, yaitu putranya, Raja Mahmud. Raja Mahmud kemudian dikenal sebagai Raja Melewar.

Namun ketika sampai di sana ia menemukan Raja Khatib, yang sebenarnya dikirim sultan Pagaruyung untuk mempersiapkan kedatangan Raja Melewar, namun Raja Khatib telah mengangkat dirinya sendiri sebagai raja.

Dengan bantuan para penghulu setempat Raja Melewar mengalahkan Raja Khatib untuk kemudian memerintah Negeri Sembilan. Sultan Johor mengkonfirmasi kedudukan Raja Melewar dengan menganugerahkan gelar Yang Dipertuan Besar Negeri Sembilan pada tahun 1773. Setelah wafatnya Raja Melewar serangkaian sengketa suksesi terjadi. Untuk waktu yang cukup lama para penghulu setempat meminta raja Pagaruyung untuk mengirimkan raja untuk mereka. Namun perbenturan kepentingan berbagai pihak mendukung calon yang berbeda-beda dan sering menyebabkan ketidakstabilan serta perang saudara.

Tahun 1873 Inggris mengintervensi dalam perang saudara di Sungai Ujong untuk melindungi kepentingan ekonominya, dan menempatkan negeri tersebut di bawah kendali residen Inggris. Jelebu menyusul tahun 1886, dan negeri-negeri sisanya pada 1895. Pada 1897, saat Persekutuan Tanah Melayu (Federated Malay States) didirikan Sungai Ujong dan Jelebu dipersatukan kembai ke dalam konfederasi. Semua negeri-negeri tersebut, di bawah nama lama Negeri Sembilan, dibawahi oleh satu residen dan menjadi anggota Persekutuan Tanah Melayu.

Banyaknya negeri di dalam Negeri Sembilan berubah-ubah. Saat ini Negeri Sembilan terdiri atas enam negeri, dan sejumlah negeri-negeri kecil di bawah kedaulatan mereka. Negeri Naning dianeksasi oleh Malaka, Kelang oleh Selangor, dan Segamat oleh Johor.

Negeri Sembilan diduduki Jepang selama Perang Dunia II antara 1941 sampai 1945. Tahun 1948 Negeri Sembilan bergabung dengan Federasi Malaya, dan menjadi negara bagian Malaysia pada 1963.

Melihat dari segelumit sejarah negeri Sembilan ini, memang terlihat tali persaudaraan antara Minangkabau dan Negeri Sembilan, bahwa dahulunya negeri Sembilan di perintah oleh raja Mahmud yang dikenal sebagai Raja Melewar dari Pagaruyung, dari segi bangunan rumah-rumah negeri Sembilan juga bisa ditemukan bentuk rumah yang bergonjong seperti di minangkabau. Ratusan tahun yang lalu negeri Sembilan juga telah menerima perantau dari Minangkabau.

Sumber:

tanahdatar.go.id

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: